Cara Menentukan Klasifikasi SBU Konstruksi yang Tepat, Jangan Keliru Lagi!

Klasifikasi SBU Konstruksi

Menentukan klasifikasi SBU konstruksi perlu dilakukan dengan cermat sebelum perusahaan mengajukan sertifikasi badan usaha. Klasifikasi dan subklasifikasi menentukan bidang pekerjaan yang tercantum dalam SBU. Pilihannya juga perlu disesuaikan dengan kegiatan usaha dan KBLI dalam NIB. Kesalahan pada tahap ini dapat membuat sertifikat tidak sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan perusahaan. Karena itu, memahami cara memilih klasifikasi sejak awal dapat membantu proses pengurusan berjalan lebih terarah. Mengapa Klasifikasi SBU Konstruksi Harus Dipilih dengan Tepat? Klasifikasi SBU konstruksi menentukan kelompok bidang usaha yang akan dicantumkan dalam sertifikat badan usaha. Subklasifikasi kemudian mempersempit ruang lingkup pekerjaan yang dapat dijalankan sesuai sertifikasi tersebut. Pilihan ini perlu diperhatikan karena sertifikasi badan usaha menilai kemampuan perusahaan berdasarkan klasifikasi, subklasifikasi, dan kualifikasi yang diajukan. Untuk pekerjaan konstruksi, penilaian juga berkaitan dengan kemampuan keuangan, tenaga kerja, penjualan tahunan, serta peralatan konstruksi sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan kata lain, perusahaan sebaiknya tidak memilih subklasifikasi hanya karena namanya terlihat paling dekat dengan pekerjaan yang biasa dilakukan. Kesesuaian dengan kegiatan usaha harus menjadi pertimbangan utama. Memahami Klasifikasi dan Subklasifikasi SBU Konstruksi Klasifikasi dapat dipahami sebagai kelompok besar bidang usaha konstruksi. Sementara itu, subklasifikasi memberikan penjelasan yang lebih spesifik mengenai jenis pekerjaan di dalam kelompok tersebut. Sebagai contoh, Bangunan Gedung merupakan salah satu klasifikasi pekerjaan konstruksi. Di dalamnya terdapat subklasifikasi seperti Konstruksi Gedung Hunian. Dokumen PUPR juga mencantumkan kode subklasifikasi serta KBLI yang berkaitan dengan bidang tersebut. Struktur ini membuat pemilihan SBU menjadi lebih terarah. Perusahaan terlebih dahulu melihat bidang usaha utamanya, kemudian menentukan subklasifikasi yang paling sesuai dengan lingkup pekerjaan. Contoh Klasifikasi dan Subklasifikasi SBU Konstruksi Berikut beberapa contoh untuk membantu memahami hubungan antara klasifikasi, subklasifikasi, kode, dan KBLI. Klasifikasi Contoh Subklasifikasi Kode KBLI Bangunan Gedung Konstruksi Gedung Hunian BG001 41011 Bangunan Gedung Konstruksi Gedung Industri BG003 41012 Bangunan Gedung Konstruksi Gedung Perbelanjaan BG004 41014 Bangunan Sipil Konstruksi Jalan Raya dan Jalan BS001 Sesuai KBLI terkait Tabel tersebut hanya memberikan contoh, bukan keseluruhan daftar yang tersedia. Kode dan penyetaraan subklasifikasi perlu mengikuti ketentuan yang berlaku saat pengajuan. Permen PUPR No. 8 Tahun 2022 memuat penyetaraan klasifikasi, subklasifikasi, dan KBLI 2020 dalam tata cara pemenuhan sertifikat standar jasa konstruksi. Catatan: Kode KBLI dan penggolongan klasifikasi di atas dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Cara Menentukan Klasifikasi SBU Konstruksi yang Sesuai dengan Usaha Apakah memilih klasifikasi SBU konstruksi itu sulit? Jika Anda kurang teliti mungkin memang berisiko terjadi kesalahan dalam menentukannya. Namun, sebenarnya tidak rumit. Berikut kami berikan panduannya: 1. Identifikasi Pekerjaan Utama Perusahaan Mulailah dari layanan yang benar-benar dijalankan perusahaan. Jika perusahaan berfokus pada pembangunan gedung, misalnya, pencarian subklasifikasi sebaiknya dimulai dari kelompok pekerjaan bangunan gedung. 2. Periksa KBLI dalam NIB Setelah mengetahui bidang pekerjaan, periksa KBLI yang tercantum dalam NIB. Data tersebut perlu memiliki hubungan dengan bidang jasa konstruksi yang akan disertifikasi. 3. Tentukan Klasifikasi Tentukan kelompok bidang usaha terlebih dahulu sebelum memilih subklasifikasi. Langkah ini membantu mempersempit pilihan dan menghindari pemilihan kode secara acak. 4. Cocokkan Subklasifikasi Pilih subklasifikasi yang paling menggambarkan ruang lingkup pekerjaan perusahaan. Jangan mengajukan subklasifikasi hanya karena perusahaan ingin memiliki lebih banyak pilihan tender. 5. Periksa Kebutuhan Tenaga Kerja Klasifikasi dan subklasifikasi juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja konstruksi. Pemenuhan SKK untuk PJTBU dan PJSKBU dinilai berdasarkan kesesuaian klasifikasi, subklasifikasi, dan kualifikasi tenaga kerja. Tidak ingin pusing menentukannya sendiri? Anda bisa menggunakan jasa pengurusan SBU konstruksi. Konsultan akan bantu pemilihan klasifikasi yang tepat. Penting! Jangan Menentukan Subklasifikasi Hanya dari Nama Pekerjaan Nama pekerjaan sehari-hari belum tentu cukup untuk menentukan subklasifikasi SBU. Satu kelompok pekerjaan dapat memiliki beberapa subklasifikasi dengan ruang lingkup yang berbeda. Contohnya terlihat pada bidang Bangunan Gedung. Dokumen penyetaraan PUPR membedakan pekerjaan seperti Konstruksi Gedung Hunian dan pekerjaan gedung lainnya berdasarkan ruang lingkup serta kode yang ditetapkan. Karena itu, perusahaan perlu membaca ruang lingkup subklasifikasi sebelum menetapkan pilihan. Cara ini lebih aman daripada sekadar mencari kode yang memiliki nama paling mirip dengan layanan perusahaan. Kapan Perusahaan Perlu Konsultasi Klasifikasi SBU? Konsultasi dapat membantu ketika perusahaan memiliki beberapa KBLI, menjalankan lebih dari satu bidang pekerjaan, atau ingin menambah subklasifikasi pada SBU. Pendampingan juga berguna bagi perusahaan yang baru pertama kali mengurus sertifikasi dan belum memahami hubungan antara KBLI, klasifikasi, subklasifikasi, serta pengurusan SKK konstruksi. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu perusahaan menentukan pilihan yang lebih sesuai sebelum dokumen diajukan kepada LSBU. Jasaku.id membantu perusahaan memeriksa kebutuhan klasifikasi dan subklasifikasi SBU sebelum proses pengajuan. Tim dapat membantu meninjau KBLI pada NIB, bidang pekerjaan, hingga kebutuhan tenaga kerja konstruksi. Dengan persiapan tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko memilih subklasifikasi yang tidak sesuai dan menjalani proses sertifikasi dengan lebih terarah. FAQ Klasifikasi SBU Konstruksi Bagaimana cara mengetahui klasifikasi SBU yang sesuai? Mulai dari bidang pekerjaan perusahaan, kemudian cocokkan dengan KBLI dalam NIB dan ruang lingkup subklasifikasi yang tersedia. Bolehkah perusahaan memiliki beberapa subklasifikasi? Boleh, sepanjang bidang usaha dan persyaratan sertifikasi untuk setiap subklasifikasi yang diajukan dapat dipenuhi. Apakah klasifikasi SBU harus sesuai dengan KBLI? Kesesuaian KBLI dengan bidang usaha konstruksi perlu diperiksa sebelum pengajuan agar sertifikasi sesuai dengan kegiatan usaha perusahaan.