Mengenal Profesi Tukang Pasang Bata dan Plesteran
Dalam industri konstruksi, kualitas sebuah bangunan sangat dipengaruhi oleh pekerjaan struktur dan finishing dinding. Salah satu tenaga kerja yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah Tukang Pasang Bata dan Plesteran. Profesi ini bertanggung jawab dalam membangun dinding bata, bata ringan, serta melakukan pekerjaan plesteran untuk menghasilkan permukaan dinding yang kuat, rata, dan siap untuk tahap finishing berikutnya.
Untuk menjamin kualitas tenaga kerja konstruksi, pemerintah telah menetapkan standar kompetensi melalui SKKNI 2016-317 dan SKKNI 2016-307 yang menjadi acuan bagi tenaga kerja di bidang pekerjaan pasangan bata dan plesteran.
Dengan adanya standar kompetensi ini, tenaga kerja diharapkan mampu menghasilkan pekerjaan yang memenuhi persyaratan teknis, keselamatan kerja, dan mutu konstruksi nasional.
Apa Itu SKKNI 2016-317 dan SKKNI 2016-307?
SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dalam suatu jabatan tertentu.
SKKNI 2016-317
SKKNI ini mengatur kompetensi tenaga kerja pada pekerjaan pasangan bata, termasuk persiapan pekerjaan, pemasangan material dinding, hingga pemeriksaan hasil pekerjaan.
SKKNI 2016-307
SKKNI ini berfokus pada kompetensi pekerjaan plesteran dan acian, mulai dari persiapan bahan, teknik aplikasi plester, hingga penyelesaian permukaan dinding sesuai standar mutu konstruksi.
Kedua standar tersebut menjadi dasar dalam pelatihan, asesmen, dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia.
Tugas dan Tanggung Jawab Tukang Pasang Bata
Tukang pasang bata memiliki tanggung jawab untuk membangun dinding yang kokoh, presisi, dan sesuai dengan gambar kerja.
Beberapa tugas utama meliputi:
1. Membaca dan Memahami Gambar Kerja
Sebelum pekerjaan dimulai, tukang harus mampu:
- Memahami gambar konstruksi.
- Mengidentifikasi ukuran dan posisi dinding.
- Memahami spesifikasi material yang digunakan.
Kemampuan membaca gambar kerja sangat penting untuk menghindari kesalahan pembangunan.
2. Menyiapkan Area dan Material Kerja
Persiapan pekerjaan mencakup:
- Pemeriksaan kondisi lokasi.
- Penyiapan alat kerja.
- Penyiapan batu bata, bata ringan, pasir, semen, dan air.
- Pemeriksaan kualitas material sebelum digunakan.
Persiapan yang baik akan meningkatkan efisiensi pekerjaan dan kualitas hasil akhir.
3. Pemasangan Bata
Kompetensi utama meliputi:
- Menentukan titik awal pemasangan.
- Membuat garis benang sebagai acuan.
- Menyusun bata sesuai pola dan ukuran.
- Menjaga ketegakan dan kerataan dinding.
- Mengontrol ketebalan spesi atau mortar.
Pekerjaan pasangan bata yang baik akan menghasilkan struktur dinding yang kuat dan tahan lama.
Kompetensi Pekerjaan Plesteran Berdasarkan SKKNI 2016-307
Setelah pekerjaan pasangan bata selesai, tahap berikutnya adalah plesteran.
Tujuan plesteran adalah:
- Meratakan permukaan dinding.
- Melindungi pasangan bata dari pengaruh cuaca.
- Menyiapkan permukaan untuk pengecatan atau finishing lainnya.
Tahapan Pekerjaan Plesteran
Persiapan Permukaan
Sebelum plester diterapkan:
- Permukaan dibersihkan dari debu dan kotoran.
- Dinding dibasahi secukupnya.
- Dilakukan pemeriksaan kerataan dinding.
Pencampuran Bahan
Tukang harus memahami:
- Perbandingan campuran semen dan pasir.
- Teknik pencampuran yang benar.
- Waktu penggunaan adukan.
Campuran yang sesuai akan menghasilkan plesteran yang kuat dan tidak mudah retak.
Aplikasi Plesteran
Proses ini meliputi:
- Pembuatan kepala plester.
- Penarikan benang lurus.
- Pengaplikasian adukan plester.
- Perataan menggunakan alat khusus.
Hasil pekerjaan harus memenuhi standar kerataan dan kekuatan yang telah ditentukan.
Pekerjaan Acian
Setelah plester mengering, dilakukan pekerjaan acian untuk menghasilkan permukaan yang lebih halus dan siap dicat.
Kompetensi yang Harus Dimiliki Tukang Pasang Bata dan Plesteran
Berdasarkan SKKNI yang berlaku, seorang tenaga kerja profesional harus memiliki kompetensi sebagai berikut:
Kompetensi Teknis
- Membaca gambar konstruksi.
- Menghitung kebutuhan material.
- Memasang pasangan bata dengan benar.
- Melaksanakan pekerjaan plesteran dan acian.
- Memeriksa mutu pekerjaan.
Kompetensi Keselamatan Kerja (K3)
Pekerja wajib memahami:
- Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
- Penanganan alat kerja dengan aman.
- Pengelolaan area kerja yang aman.
- Pencegahan risiko kecelakaan konstruksi.
Kompetensi Sikap Kerja
- Disiplin terhadap prosedur kerja.
- Teliti dalam pengukuran.
- Bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
- Mampu bekerja sama dalam tim proyek.
Pentingnya Sertifikasi Kompetensi
Di era industri konstruksi modern, sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja.
Manfaat bagi Tenaga Kerja
- Memiliki pengakuan kompetensi secara resmi.
- Meningkatkan peluang kerja.
- Mendapatkan kepercayaan dari perusahaan dan pemilik proyek.
- Meningkatkan profesionalisme kerja.
Manfaat bagi Perusahaan Konstruksi
- Mendapatkan tenaga kerja yang kompeten.
- Mengurangi kesalahan pekerjaan.
- Meningkatkan kualitas proyek.
- Membantu pemenuhan persyaratan regulasi konstruksi.
Peluang Karier Tukang Pasang Bata dan Plesteran
Dengan meningkatnya pembangunan perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil semakin tinggi.
Beberapa peluang karier yang dapat dijalani antara lain:
- Tukang Pasang Bata Profesional.
- Tukang Plester dan Acian.
- Kepala Tukang.
- Mandor Lapangan.
- Supervisor Pekerjaan Finishing.
- Kontraktor atau Pengusaha Jasa Konstruksi.
Tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja yang belum tersertifikasi.
Kesimpulan
Tukang Pasang Bata dan Plesteran berdasarkan SKKNI 2016-317 dan SKKNI 2016-307 merupakan profesi penting dalam sektor konstruksi yang membutuhkan keterampilan teknis, ketelitian, dan pemahaman tentang standar mutu pekerjaan. Melalui penerapan standar kompetensi nasional, tenaga kerja dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas, aman, dan sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi modern.
Memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang pasangan bata serta plesteran tidak hanya meningkatkan kemampuan kerja, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas dan profesional di dunia konstruksi.
baca juga : Menjadi Ahli Utama Material Jalan (Jenjang 9)



